Tips tetap produktif meskipun sedang malas.
Posted on 2025-01-23

Produktif adalah sifat yang mampu menghasilkan sesuatu yang besar atau maksimal. Menurut saya produktif adalah lawan dari konsumtif. Alih-alih menghabiskan waktu untuk mengkonsumsi pencapaian orang lain, orang-orang yang produktif lebih menghabiskan waktu untuk membuat pencapaian pada dirinya sendiri. Jadi, kenapa si kita perlu produktif? Sebenarnya produktif juga memiliki multitafsir, ada yang menyebutkan produktif
adalah sesuatu yang bisa menghasilkan berupa uang, ada pula yang menyebutkan bahwa produktif sesuatu yang dapat mendatangkan banyak manfaat. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) sendiri berarti sifat yang mampu menghasilkan sesuatu yang maksimal, seperti yang saya terangkan di awal paragraf. Berarti bisa disimpulkan bahwa sesuatu yang dapat membawa manfaat, hasil yang besar,dan maksimal adalah produktif. Jadi mengapa kita perlu produktif? dengan berkegiatan secara produktif kita bisa mencapai sesuatu yang kita inginkan, memanfaatkan dan menghargai wakktu sekecil mungkin. Dengan berkegiatan produktif berarti kita harus mengerjakan pekerjaan yang diinginkan secara efisien untuk hasil yang efektif.
Kali ini saya tidak ingin membahas manfaat produktif lebih dalam. Dikarenakan sudah banyak yang membahas tentang manfaat produktif. Yang ingin saya bahas adalah bagaimana cara untuk tetap produktif disaat sedang malas? seringkan kita ngerasa kalau motivasi untuk menjadi produktif itu datang hanya diawal untuk mulainya saja, kesana-innya terasa seperti hilang motivasi, malas, bahkan bisa gak produktif lagi. Itu adalah hal yang wajar, semua orang pasti ngerasain hal tersebut.
Untuk membedakan kita dengan mereka kebanyakan adalah dengan tetap berkegiatan produktif meskipun sedang malas dan hilang motivasi. Saya akan membagikan tipsnya berdasarkan pengalaman saya. Sebelumnya saya adalah seorang pemalas, mungkin sampai sekarang. Menghabiskan waktu untuk mengkonsumsi social media adalah kegiatan saya diwaktu dulu, lalu datang rasa sangat jenuh, overthingking , yang sangat mengganggu waktu santai dan fikiran yang terus membelenggu dikepala. Lalu saya putuskan untuk bergerak selangkah untuk menjadi produktif, Sebelum saya membuat rencana esok, saya lebih memikirkan bagaimana caranya supaya bisa bermalas-malasan tanpa adanya gangguan fikiran tentang apapun. Disclamer saat itu saya belum paham tentang dunia percodingan dan baru terjun ke dunia tersebut. Saat itu pula saya mempunyai keinginan untuk bekerja secara freelance dan remote. Akhirnya saya mulai menyusun rencana, dan ini rencana yang saya buat dulu sampai sekarang saya tetap lakukan supaya bisa bermalas-malasan tanpa adanya gangguan:
1. tentukan target.
Supaya kita bisa berkomitmen pada keputusan yang kita ambil, kita perlu mempunyai target, target saya saat itu adalah untuk bisa menjadi web developer yang bekerja secara freelance dan remote. Maka dari itu, saya membuat rencana yang dapat mencapai hal tersebut. Dengan melakukan penerapan tersebut, maka saya memiliki tanggung jawab, komitmen, untuk terus melakukannya.
2. Tentukan rencana.
Biasanya saya membuat rencana sebelum saya tidur apa saja yang perlu dilakukan di hari esok.
3. lakukan sedini mungkin.
Maksudnya gimana, yang saya maksud adalah melakukannya di awal waktu ketika kita baru terbangun dari tidur. Contoh, biasanya saya bangun jam 04.30, berarti saya melakukannya di jam tersebut. Apa tujuan dari melakukan hal tersebut? saya melakukannya supaya bisa menyelesaikan tugas-tugas tersebut lebih awal. Untuk menyelesaikan tugas lebih awal, maka harus melakukannya juga lebih awal. Dengan menyelesaikan tugas tersebut lebih awal, maka saya bisa bersantai tanpa adanya gangguan di kepala.
4. Mulai dengan tugas kecil tapi penting.
Untuk memulainya yaitu dengan melakukan tugas-tugas kecil tapi penting. Mulai dengan bangun pagi, ibadah (sholat subuh), mandi pagi, lalu belajar dasar pemrograman. Biasanya saya meluangkan waktu lebih banyak di tugas utama, contoh: saya ingin menjadi web developer, maka saya meluangkan waktu lebih lama di belajar pemrograman. Cara ini masih saya lakukan sampai sekarang, ketika saya sudah selesai menyelesaikan fiture fiture di projectan yang di inginkan client,biasanya saya meluangkan waktu lagi untuk belajar perihal perkembangan dunia technologi, framework apa yang sedang tren, tools - tools AI terbaru. atau best practice untuk menyelesaikan permasalahan tertentu.
5. Hindari multitasking.
Fokus pada satu tugas hingga selesai sebelum berpindah ke tugas lain. Multitasking bisa membuat kita kewalahan dan akhirnya tidak menyelesaikan apa pun.
6. Gunakan teknik Pomodoro.
Jika mulai merasa lelah atau malas, coba gunakan teknik Pomodoro: fokus bekerja selama 25 menit, lalu istirahat selama 5 menit. Ulangi siklus ini beberapa kali. Teknik ini efektif untuk meningkatkan fokus dan menjaga produktivitas.
7. Berikan reward untuk diri sendiri.
Setelah menyelesaikan tugas, beri diri sendiri penghargaan, seperti istirahat lebih lama, menikmati kopi, atau menonton video favorit. Reward ini bisa jadi motivasi tambahan untuk terus produktif.
8. Kurangi gangguan.
Matikan notifikasi media sosial atau jauhkan ponsel dari jangkauan saat sedang bekerja. Gangguan kecil bisa mengalihkan fokus kita dan membuat kita kehilangan ritme produktif.
Menjadi produktif bukan berarti harus memaksakan diri untuk terus bekerja tanpa henti, melainkan bagaimana kita bisa memanfaatkan waktu secara efektif untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Produktif pula bukan soal sok sibuk atau pura-pura sibuk dengan menghabiskan banyak Waktu yang belum tentu hasilnya bakal maksimal. Menurut saya kegiatan produktif adalah kegiatan rutin yang dilakukan dengan tidak meluangkan banyak Waktu tapi menghasilkan sesuatu yang maksimal. Jadi menurut saya, jika ingin menjadi produktif tidak harus menghabiskan banyak Waktu, jika memang bisa diselesaikan secara cepat, maka itu lebih baik. Rasa malas adalah hal yang wajar, tetapi dengan strategi yang tepat, kita tetap bisa produktif meskipun motivasi sedang menurun. Ingat, perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang konsisten. Jadi, jangan terlalu keras pada diri sendiri, nikmati prosesnya, dan teruslah belajar untuk menjadi versi terbaik dari dirimu. Produktivitas bukan tentang seberapa banyak yang kamu lakukan, tapi seberapa besar dampak yang bisa kamu hasilkan.